Jumat, 15 Mei 2015

Kotak Harapan



                                                                   Kotak Harapan


               Saat orang-orang sibuk dengan aktifitas di pagi hari, seorang bapak bernama Yusnul seorang pengemis yang berharap belas kasihan dari orang-orang yang melihatnya harus menunggu orang-oarang  yang keluar masuk kampus sambil memegang kotak yang menjadi harapannya untuk mencukupi kehidupan keluarganya. Seorang bapak yang berdiri dan menunggu di depan kampus STKIP gedung E dengan baju yang lusuh dan wajah yang kusam serta keriput, setelah di wawancarai ternyata bapak itu bernama Yusnul yang berusia 65 tahun dan memiliki lima orang anak namun telah memiliki keluarga masing-masing dan kehidupannya pun pas-pasan sehingga tidak bisa membantu orang tuanya . Terpaksa bapak Yusnul berkerja sebagai pengemis untuk menghidupi dirinya dan sang istri tercinta. Penghasilan yang di dapatkan bapak Yusnal  sekitar 30 ribu sampai 70 ribu sehari dan itu bapak harus berdiri di lampu merah dan keluar masuk komplek perumahan malahan paling jauh perjalanan yang di tempuh bapak Yusnul sampai ke Pariaman dengan menumpang di kereta apai wisata dan itu pun harus berdiri bersama orang-orang yang jualan tetapi sekarang susah ke Pariaman karena sistem pengamanan di dalam kereta api telah di jaga ketat. Setiap hari bapak Yusnul berdoa agar kotak yang di bawanya berisi penuh dan bisa membahagiakan istrinya . Seorang bapak yang bertanggung jawab yang tak pernah mengizinkan istrinya untuk bekerja.

Senin, 23 Maret 2015

teks wawancara dan narasi

 Komunitas Seni Langit






           




 







Wawancara dengan pendiri Komunitas Seni Langit


Meri                :  Kapan berdirinya sanggar komunitas Seni Langit ini pak ?
Narasumber    :  Komunitas ini didirikan pada tanggal 5 Oktober 2011, lebih kurang sudah 
                           3,5 tahun sanggar ini berdiri.
Miming           :  Apa saja kegiatan yang dilakukan komunitas seni langit dan setiap hari apa
                           saja dilakukan kegiatan tersebut pak ?
Narasumber     :  Kegiatan dilakukan pada saat penggarapan saja, tetapi kalau tidak ada
                            penggarapan kami hanya saja diskusi sastra atau sekedar berkumpul.
Monik              :  Sampai saat ini sudah berapa jumlah anggotanya pak ?
Narasumber     :  Jumlah anggota saat ini kira-kira berjumlah 55 orang
Ikbal                :  Lalu siapa saja yang bisa masuk menjadi anggota pak ?
Narasumber     :  Komunitas ini terbuka untuk siapa saja atau semua kalangan baik yang
                            masih sekolah, pengangguran, tua, muda dan semua kalangan bebas.
Miming           :  Apa saja karya yang telah digarap oleh komunitas ini pak ?
Narasumber     :  Banyak, pokoknya dalam bidang sastra baik teater, puisi ataupun yang
                           lainnya, sampai saat ini kami telah menggarap 27 garapan dan telah sampai                                           ke Bengkulu, Solok, Payakumbuah dan banyak lagi.
Meri                 :  Kenapa dinamakan komunitas seni langit pak ?
Narasumber     :  Karena langit adalah sesuat yang diatas, apapun itu tetap langit yang berada
                            diatas dan kami ingin melahirkan sastrawan yang terdepan dan terbaik.
Monik              :  Siapa pendiri komunitas seni langit ini pak ?
Narasumber     :   Kebetulan saya adalah pendiri komunitas sekalian pencetus ide untuk
                             mendirikan komunitas ini.
Ikbal                :   Bagimana sejarah berdirinya komunitas ini pak ?
Narasumber     :   Dulu yang menjadi anggota komuitas sni langit ini cuma bertiga yaitu
                            saya sendiri, Mila salah satu tenaga pengajar di salah satu perguruan tinggi  
                            dan Rahmi salah satu mahasiswa UNP jurusan FBS, kami kemana-mana
                             bertiga untuk menggarap apabila ada acara-acara yang diadakan dan
                             akhirnya saya memutuskan untuk membuka komunitas agi peminat sastra
                             yang ingin bergabung dan mencari lokasi sehingga kami mendapatkan
                             lokasi yang sangat strategi yang berada di tepi pantai jalan Parkit VI tepat
                             di belakang FBS UNP.


Wawancara dalam bentuk Narasi

Komunitas seni langit yang dulunya Cuma beranggotakan tiga orang, dan sekarang telah mencapai anggota menjadi kurang lebih 55 orang dikarenakan banyak peminat sastra akhirnya seorang pencetus ide yang bernama Hendrico Zricko mendirikan komunitas seni langit ini pada tanggal 5 Oktober 2011 yang telah berdiri selama 3,5 tahun . Komunitas yang terletak di jalan parkit VI ini berada di tempat yang strategis tepatnya di tepi pantai belakang FBS UNP, yang dilengkapi pohon-pohon yang rindang dan lapangan yang sangat luas sehingga bisa mengeluarkan ekspresi para anggota komunitas ini untuk berlatih peran ataupun untuk latihan alam.
Komunitas ini dinamakan langit karena kata “langit” itu sendiri adalah sesuatu yang diatas, dan segala sesuatu itu pastilah langit yang diatas dengan harapan bahwa komunitas seni langit ini melahirkan muda mudi dengan wawasan yang luas dan melihat segala sesuatu itu dari sudut pandang manapun, serta melahirkan sastrawan yang terbaik.
Banyak prestasi yang diraih oleh komunitas seni langit. Artinya, seni langit telah melahirkan 27 garapan yang telah dilombakan diberbagai kota diantaranya Solok, Bengkulu, Payakumbuah, Taman Budaya dan pernah tampil di Padang TV dalam acara “manggarasau” yaitu salah satu program Padang TV. Untuk bergabung di komunitas ini pun sangat mudah karena hanya perlu modal ingin tahu dan mau bekerja sama selama proses penggarapan dan dibebaskan untuk semua kalangan, baik yang pelajar, pengangguran, tua, muda tidak ada batasan karena komunitas ini selalu terbuka bagi siapa saja yang berminat dalam bidang sastra.






Minggu, 15 Maret 2015

Air Terjun Nyarai Nan Indah



Keindahan alam air terjun Nyarai salah satu objek wisata baru Sumatera Barat yang alami sekaligus menyegarkan mata

            Mimemobalnews (1/3) Air terjun Nyarai yang akhir-akhir ini sedang banyak dibicarakan karena menjadi salah satu objek wisata Sumatera Barat yang terbilang baru dan masih alami ini terletak di Hutan Gamaran, Jorong Garamat, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.
            Tidak dapat dipungkiri bahwa menuju air terjun Nyarai ini butuh waktu 2-3 jam untuk dapat menyaksikan air terjun yang masih alami dan terlihat seperti warisan alam tanpa buatan tangan manusia. Untuk menuju nyarai dibutuhkan tenaga yang ekstra karena tidak hanya perjalanan yang cukup jauh, namun perjalanan pun tidak semudah yang dibayangkan karena melewati persawahan, hutan belukar dan sungai yang membuat kita harus melintasi sungai yang luasnya mencapai 15 meter, selain itu juga melewati jalan setapak yang dikelilingi dengan banyak jurang dan jalanan yang penuh dengan terjal.
            Perjalanan pulang pergi akan dipandu oleh seorang yang bertanggungjawab atas selama perjalanan rombongan yang hendak menuju nyarai. Biayanya pun terbilang terjangkau dengan membayar Rp.20.000/orang yang telah difasilitasi obat-obatan serta pemanu yang siap sedia membantu selama perjalanan.
                Walaupun begitu, banyak orang yang beramai-ramai baik di dalam Sumatera Barat maupun diluar Sumatera Barat untuk menyaksikan keindahan alam karena dengan sampainya di air terjun akan mengobati capeknya selama dalam perjalanan. Setelah menyaksikan air terjun yang kira-kira ketinggiannnya mencapai 3-5 meter dengan air yang sangat jernih dan hijau, air terjun itu diapit oleh dua batu di sisi kiri dan kanan serta dikelilingi dengan pohon-pohon yang rindang sehingga menyejukkan dan membuat wisatawan ingin mandi serta disediakan cemilan, minuman untuk wisatawan yang lapar sehabis mandi.

Senin, 02 Maret 2015

ditipu orang yang tak dikenal

Akibat terlalu percaya kepada orang yang tidak dikenal,uang jutaan rupiah raib dibawa kabur.   
 
        Mimemobalnews (2/3) Akibat terlalu percaya kepada seseorang yang tidak dikenal, Yusni (49) seorang ibu rumah tangga di kawasan padang basi kecamatan lubuk kilangan, Jumat (13/2) siang hari menjadi korban penipuan orang yang tidak dikenalnya, Adi (nama samaran, 31) Awalnya, Adi kebetulan yang melewati rumah Yusni dan menemui sang pemilik rumah yang sedang dibangun, saat itu pelaku menemui korban dengan menawarkan hendak menjual seng bermerk Aquaproof yang harganya sangat murah dibanding harga toko. Harga yang ditawarkan Rp. 700.000/ kodi sedangkan harga toko mencapai kurang lebih Rp. 1.000.000. Tergiur dengan harga yang miring korban pun lansung memesan 3 kodi seng dengan memberikan uang muka Rp.700.000 dan sisanya dibayar nanti ketika barang tiba.            Berikutnya pelaku pergi dan menuju toko Nita Jaya yang terletak di jalan raya Cengkeh. Menurut Vita (21) salah satu karyawan toko Nita Jaya, pelaku hendak memesan seng tersebut dengan meminta sebanyak 3 kodi dan berlagak ingin membayar lunas saat barang tiba di alamat karena pelaku meminta lansung diantarkan bersama dirinya ke tempat tujuan. Sesampainya di alamat pelaku masuk ke dalam hendak meminta sisa uang yang harus dilunaskan korban, melihat dari dalam rumah barang sudah sampai, akhirnya korban percaya dan lansung membayar sisa yang harus dilunasi tanpa ada kecurigaan sedikitpun. Pelaku kembali keluar dan meminta kepada supir toko agar diantarkan ke Pasar Bandar Buat dengan alasan meminta uang kepada saudaranya di pasar, dan supir pun mengantarkan pelaku ke bandar buat dan meninggalkan supir yang menunggu di dalam mobil dengan alasan masuk ke dalam pasar hendak mengambil uang kepada saudaranya.Kemudia supir pun sadar bahwa dirinya telah ditipu setelah menunggu satu jam namun pelaku tidak kunjung tiba. Supir pun mengambil langkah kembali ke alamat yang sudah diletakkan seng lalu lansung menemui pemilik rumah dengan menceritakan kejadian yang dialaminya. Sontak korban pun kaget bukan kepalang dan lansung marah-marah dengan mengatakan bahwa dia telah melunasi kepada pelaku. Namun, bukti bon masih ada pada supir yang bisa dijadikan bukti bahwa korban belum membayar ke pihak Toko Nita Jaya, dengan terpaksa korban membayar untuk kedua kalinya.            Toko Nita Jaya telah meleporkan kasus penipuan ini walau bagaimanapun yang ditipu adalah konsumennya dengan memberikan rekaman cctv kepada pihak yang berwenang agar mendalami kasus penipuan tersebut dan menghimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada orang yang tidak dikenal, untuk menghindari tindak penipuan (Agung Surya).