Jumat, 15 Mei 2015

Kotak Harapan



                                                                   Kotak Harapan


               Saat orang-orang sibuk dengan aktifitas di pagi hari, seorang bapak bernama Yusnul seorang pengemis yang berharap belas kasihan dari orang-orang yang melihatnya harus menunggu orang-oarang  yang keluar masuk kampus sambil memegang kotak yang menjadi harapannya untuk mencukupi kehidupan keluarganya. Seorang bapak yang berdiri dan menunggu di depan kampus STKIP gedung E dengan baju yang lusuh dan wajah yang kusam serta keriput, setelah di wawancarai ternyata bapak itu bernama Yusnul yang berusia 65 tahun dan memiliki lima orang anak namun telah memiliki keluarga masing-masing dan kehidupannya pun pas-pasan sehingga tidak bisa membantu orang tuanya . Terpaksa bapak Yusnul berkerja sebagai pengemis untuk menghidupi dirinya dan sang istri tercinta. Penghasilan yang di dapatkan bapak Yusnal  sekitar 30 ribu sampai 70 ribu sehari dan itu bapak harus berdiri di lampu merah dan keluar masuk komplek perumahan malahan paling jauh perjalanan yang di tempuh bapak Yusnul sampai ke Pariaman dengan menumpang di kereta apai wisata dan itu pun harus berdiri bersama orang-orang yang jualan tetapi sekarang susah ke Pariaman karena sistem pengamanan di dalam kereta api telah di jaga ketat. Setiap hari bapak Yusnul berdoa agar kotak yang di bawanya berisi penuh dan bisa membahagiakan istrinya . Seorang bapak yang bertanggung jawab yang tak pernah mengizinkan istrinya untuk bekerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar