Kotak Harapan
Saat orang-orang sibuk dengan
aktifitas di pagi hari, seorang bapak bernama Yusnul seorang pengemis yang
berharap belas kasihan dari orang-orang yang melihatnya harus menunggu
orang-oarang yang keluar masuk kampus
sambil memegang kotak yang menjadi harapannya untuk mencukupi kehidupan
keluarganya. Seorang bapak yang berdiri dan menunggu di depan kampus STKIP
gedung E dengan baju yang lusuh dan wajah yang kusam serta keriput, setelah di
wawancarai ternyata bapak itu bernama Yusnul yang berusia 65 tahun dan memiliki
lima orang anak namun telah memiliki keluarga masing-masing dan kehidupannya
pun pas-pasan sehingga tidak bisa membantu orang tuanya . Terpaksa bapak Yusnul
berkerja sebagai pengemis untuk menghidupi dirinya dan sang istri tercinta. Penghasilan
yang di dapatkan bapak Yusnal sekitar 30
ribu sampai 70 ribu sehari dan itu bapak harus berdiri di lampu merah dan
keluar masuk komplek perumahan malahan paling jauh perjalanan yang di tempuh
bapak Yusnul sampai ke Pariaman dengan menumpang di kereta apai wisata dan itu
pun harus berdiri bersama orang-orang yang jualan tetapi sekarang susah ke Pariaman
karena sistem pengamanan di dalam kereta api telah di jaga ketat. Setiap hari
bapak Yusnul berdoa agar kotak yang di bawanya berisi penuh dan bisa
membahagiakan istrinya . Seorang bapak yang bertanggung jawab yang tak pernah
mengizinkan istrinya untuk bekerja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar